Mencoba Meniru Pak Mario Teguh

Mario Teguh berkata dalam sebuah seminarnya:
_“Tahun-tahun terbaik dalam hidupku ...  kuhabiskan bersama seorang wanita, yang bukan istriku ...”_ 
(dengan tarikan nafas yang dalam).

Semua hadirin terkejut,  dan terpaku dan merasa tidak percaya

Kemudian Mario Teguh menambahkan ...
_“Ia adalah ibuku.”_ Dengan wajah senyum bangga.

Tawa hadirin segera pecah dalam gemuruh tepuk tangan
*_Super Sekali ..._*

Nurudin yang baru ikut dalam seminar tersebut, mencoba hal ini di rumah untuk bercanda dengan istrinya.

Setelah makan malam,
Nurudin berkata kepada istrinya yang sedang memasak di dapur:
_"Sayang ... tau nggak .. Aku habiskan tahun-tahun terbaik dalam hidupku ..bersama seorang wanita yang bukan istriku ...”_ katanya sambil menunduk.

Nurudin berhenti sejenak memejamkan matanya, dia lupa apa kalimat Mario Teguh  terusannya, lama dia berusaha mengingat-ingat kalimat itu....

Ketika akhirnya bisa membuka mata,
Nurudin mendapati dirinya terbaring di _UGD sebuah rumah sakit ..._

Kata perawat dia baru dirawat intensif. akibat dihajar ULEKAN oleh istrinya .._

Pesan Wasiat Suami

Wasiat yang Bikin Kagum Pendengarnya.

Di RS ada pasen yang menyampaikan wasiat kepada istri dan anak2nya.

Untuk Anak Pertama, " Kamu putra tertuaku mewarisi Apartemen Menteng."

Kepada Putrinya, "Kamu dapat perumahan Kelapa Gading Indah."

Bagi si Bungsu, " Bungsu, bagian kamu perkantoran di Mulia Tower Lantai 4 s/d 15."

Wasiat kepada Istrinya, "Kamu istriku tercinta, mendapatkan tiga komplek perumahan di Pantai Indah Kapuk."

Dokter dan suster yang menyaksikan adegan tersebut kagum. Lalu Suster bilang ke istri si Pasen, "Wahh.. Ibu sungguh beruntung! Suami ibu ternyata pengusaha susu yang sangat kaya. Banyak sekali harta warisannya untuk keluarga."

Istri Pasen, "Beruntung apanya ? Yang diwariskan itu rute/jalur ngantar susu perkerjaanya."

Murid Baru

Ibu Guru : "Kamu anak baru?"

Murid Baru : "Nggih.. eh, iya Bu.."

Guru : "Pindahan dari mana nak?"

Murid : "mbantul Buu.."

Guru : "Namamu siapa?"

Murid : "Demitri Saklitunov"

Guru : Hmmm keren (gumun) "Kamu lahir di Rusia?"

Murid : "mBoten, kelahiran Sewon... mBantul.."

Guru : "Bapakmu seorang Dubes?"

Murid : "Bukan Bu, tukang ojek.."

Guru : "Ibumu kerjane apa?"

Murid : "Jual jamu gendong.."

Guru : "Siapa nama bapakmu?"

Murid : "Triyono.."

Guru : "Ibumu?"

Murid : "Sademi.."

Guru : "Namamu kok kaya orang Eropa??"

Murid : "Itu singkatan Bu, saDEMI dan TRIyono, Jadi Demitri..."

Guru : "Ooowwh… lha Saklitunov?"

Murid : "Saya lahir SAbtu KLIwon TUjuh NOVember..."

Guru : "Terus panggilanmu???"

Murid : "Demit Bu...."

Razia PSK

Polisi merazia para PSK, dan mereka ke kantor polisi untuk diinterogasi satu per satu. Saking banyaknya PSK yang terjaring, antrian sampai keluar pagar kantor Polisi. Tidak lama kemudian, lewatlah seorang nenek yang hendak membeli minyak tanah.

Karena melihat keramaian, si nenek bertanya pada PSK yang berdiri pada antrian paling belakang. “Cu, lagi antri apaan?”

Karena malu berterus terang, si PSK menjawab sekenanya, “Lagi ngantri permen, Nek.”

Betapa kagetnya si PSK ternyata nenek itu ikut antri. Si PSK bertanya, “Lagi ngapain, Nek?”.

“Nenek juga mau permen, Cu.”

Singkat cerita sampailah giliran si nenek untuk diinterogasi. Betapa kaget sang Polisi melihat nenek yang sudah renta itu termasuk dalam antrian PSK.

Dengan sangat hati-hati si Polisi bertanya, “Apa nenek masih sanggup?”

Si nenek menjawab dengan suara bergetar karena usia yang sudah sepuh, “Kaaaloo cuma isep-isep sih nenek masih oke, Cu….”.

polisi : *pingsaaaaannnnnn*